Rabu, 04 April 2012

proposal PTK nenk


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI  BELAJAR MATEMATIKA SISWA “MELALUI MODEL PENGAJARAN BERDASARKAN MASALAH ATAU PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA PEMBELAJAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN STATISTIKA KELAS XI IPA SMAN 4 TASIKMALAYA

ELIS LISNAWATI
NIM : 1410150010
SEMESTER/JURUSAN : IV/TADRIS MATEMATIKA - A





PROPOSAL PENELETIAN
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri
Pada Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

KEMENTRIAN AGAMA RI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) CIREBON
FAKULTAS TARBIYAH
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa bahwa atas rahmat dan karunia-Nya, penulis telah dapat menyelesaikan tugas akhir pembuatan proposal yang berwujud Penelitian Tindakan Kelas. Adapun judul PTK yang penulis laporkan adalah “Upaya Meningkatkan Prestasi  Belajar Matematika Siswa “Melalui Model Pengajaran Berdasarkan Masalah Atau Problem Based Instruction” Pada Pembelajan Matematika Pokok Bahasan Statistika Kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya
Dalam menyelesaikan laporan ini penulis tidak akan berhasil tanpa bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat : 
1. Drs. H Toto Syatori Nasehuddien, M.Pd. sebagai pembimbing yang tanpa henti- hentinya memberikan dorongan, mencurahkan pikiran, serta meluangkan waktu untuk membimbing penulis hingga terselesaikannya laporan ini.
2. Seluruh pengajar IAIN Syekh Nurjati Kota Cirebon yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan selama kuliah serta membantu kelancaran dalam menyelesaikan proposal ini.
3. Drs. Tatang Rusdani, M.Pd., selaku kepala sekolah SMAN 4 Tasikmalaya beserta dewan guru yang telah memberikan kesempatan seluas - luasnya kepada penulis untuk menyelesaikan laporan ini.
4.   Asep Trimulyana ,S.Pd, guru Matematika SMAN 4 Tasikmalaya yang telah membantu penulis dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas di SMAN 4 Tasikmalaya kelas XI.
5. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan laporan ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu- persatu.
Penulis hanya dapat berdoa semoga amal dan budi baik mereka mendapat imbalan yang berlimpah dari Allah Yang Maha Kaya.
Akhir kata penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi perkembangan pendidikan dan bagi para pembaca.



Cirebon, 23 Maret 2012

penulis













DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................... i
Daftar Isi......................................................................................................... iii
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.     Perumusan Masalah.............................................................................. 2
C.     Tindakan Yang Akan Dilakukan.......................................................... 3
D.    Hipoteis Tindakan................................................................................ 5
E.     Tujuan Dan Manfaat Penelitian............................................................ 5
F.      Ruang Ligkup Penelitian...................................................................... 6
BAB II: KERANGKA TEORI DAN BERFIKIR
A.    Kerangka Teori..................................................................................... 7
B.     Kerangka Berfikir................................................................................. 12
BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
A.    Seting Dan Karakteristik Penelitian..................................................... 14
B.     Prosedur Penelitian.......................................... .................................... 15
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 19
LAMPIRAN – LAMPIRAN
·         Rencana Pelaksanaan Pembelajaran..................................................... 20
·         Uji Kompetensi..................................................................................... 23
·         Lembar Kerja Siswa............................................................................. 25
·         Lembar Observasi................................................................................. 28

BAB I
PNDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Peningkatan penguasaan, pemanfaatan, dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu tujuan yang sangat diinginkan oleh bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah dan masyarakat pendidikan telah melakukan berbagai upaya pada berbagai jenjang persekolahan sesuai dengan kurikulum yang diberlakukan secara nasional yang memuat berbagai mata pelajaran termasuk matematika.
Tidak sedikit sumbangan matematika untuk mengembangkan kemampuan manusia dalam memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran terhadap hal ini telah mendorong berbagai kalangan pendidikan untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar matematika. Berbagai upaya yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, antara lain: pembaharuan dalam kurikulum, pengembangan model pembelajaran, perubahan sistem penilaian, dan lain sebagainya. Salah satu unsur yang sering dikaji dalam hubungannya dengan keaktifan dan hasil belajar siswa adalah model yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Kenyataannya dilapangan siswa hanya menghafal konsep dan kurang mampu menggunakan konsep tersebut jika menemui masalah dalam kehidupan nyata yang berhubungan dengan konsep yang dimiliki. Lebih jauh lagi, bahkan siswa kurang mampu menentukan masalah dan merumuskannya.[1]
Walaupun demikian, kita menyadari bahwa ada siswa yang mampu memilki tingkat hapalan yang baik terhadap materi yang diterimanya, namun kenyataannya mereka sering kurang memahami dan mengerti secara mendalam pengetahuan yang bersifat hapalan tersebut.[2] Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu konsep atau metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan daya ingat siswa dalam pembelajaran matematika, sehingga akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan uraian di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran, yaitu model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction untuk mengungkapkan apakah dengan metode tersebut, dapat meningkatkan hasil belajar Matematika atau tidak. Penulis memilih metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Dalam metode pembelajaran ini siswa lebih aktif dalam menemukan cara untuk memecahkan suatu masalah tersebut, sedang guru hanya berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.
Dari latar belakang di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Prestasi belajar matematika melalui model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction pada pokok bahasan statistika Pada Siswa Kelas XI IPA SMAN 4 TASIKMALAYA Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya tahun ajaran 2011/2012

B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah pengaruh model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan statistika pada siswa kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya tahun ajaran 2011/2012 ?
2.    Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction pada pelajaran Matematika pokok bahasan statistika pada siswa kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya tahun ajaran 2011/2012 ?

C.    Tindakan Yang Akan dilakukan
Untuk memecahkan permasalahan di atas, dilakukan tindakan-tindakan sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas, yaitu:
1.    Mengadakan tes untuk mengetahui kemampuan awal matematika siswa. Hasil tes ini kemudian menjadi dasar bagi peneliti untuk membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang masing-masing beranggotakan 4-5 orang untuk merangsang pertukaran pendapat dan interaksi antar guru dengan siswa dan antar siswa, saling menghormati pendapat yang berbeda, dan menumbuhkan konsep diri siswa. Pembagian anggota kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan, jenis kelamin, status sosial dan etnis.
2.    Memberikan angket untuk diisi oleh siswa sehingga dapat diketahui tanggapan siswa mengenai pelaksanaan pembelajaran matematika.
3.    Mengadakan pembimbingan pada guru matematika SMAN 4 tasikmalaya tentang model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction khususnya tentang pembelajaran matematika statistika.
4.    Menyusun perangkat pembelajaran yang mengacu pada model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction yang secara umum meliputi komponen: tujuan, materi, kegiatan belajar mengajar di kelas, dan evaluasi.
5.    Melaksanakan skenario pembelajaran yang mengacu pada pendekatan  model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction untuk tiap-tiap siklus tindakan (direncanakan tiga siklus), evaluasi dan refleksi.
6.    Tindakan di dalam kelas disesuaikan dengan sintaks implementasi model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, yaitu:
1.    Melaksanakan skenario pembelajaran melalui penyajian masalah yang kontekstual untuk menghubungkan matematika denga dunia sekitar (sebelum siswa masuk pada sistem formal, terlebih dahulu siswa dibawa ke situasi informal).
2.    Mengusahakan keterlibatan siswa dengan bantuan guru untuk menemukan kembali dan mengkonstruksi konsep sendiri sesuai materi matematika yang dipelajari.
3.    Mengaplikasikan konsep yang telah ditemukan ke dalam masalah sehari-hari atau dalam bidang lain.
7.    Evaluasi dilaksanakan selama dan setelah proses pembelajaran. Evaluasi selama proses pembelajaran dilakukan melalui observasi bagaimana siswa mengkomunikasikan matematika. Sedangkan setelah pembelajaran dapat dilakukan dengan memberikan pekerjaan rumah untuk mengerjakan soal beserta alasannya dan mengajukan soal kepada siswa untuk dikerjakan beserta alasannya. Pada akhir setiap siklus tindakan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kemajuan hasil belajar yang telah dicapai siswa. Hasil dari evaluasi pada akhir setiap siklus akan direfleksi untuk memperbaiki pelaksanaan tindakan.
8.    Tindakan pada setiap siklus dikatakan berhasil bila telah minimal 80% siswa mencapai nilai paling rendah 6,5.

D.    Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini sebagai berikut: “Dengan menggunakan model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction dalam proses belajar mengajar matematika, maka prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya dalam menyelesaikan soal matematika tentang statistika dapat ditingkatkan”.

E.     Tujuan dan Manfaat Penelitian
a.      Tujuan penelitian
Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:
1.      Ingin mengetahui motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan statistika pada siswa kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya tahun ajaran 2011/2012 ?
2.      Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah  diterapkannya model pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Instruction dalam pelajaran Matematika pokok bahasan statistika pada siswa kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya tahun ajaran 2011/2012 ?

b.      Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bererti seperti berikut:
1.    Bagi guru: dengan penelitian ini, (1) guru dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendekatan pembelajaran di kelas, shingga konsep-konsep matematika yang diajarkan guru dapat dikuasai siswa, (2) guru akan terbiasa untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan merancang pendekatan-pendekatan pembelajaran yang baru guna meningkatkan prestasi belajar siswanya, dan (3) guru dapat meningkatkan kemampuan meneliti dan menyusun laporan dalam bentuk karya ilmiah yang baku, sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu, yang lebih kuat dan mendorong terciptanya disposisi matematika (mathematical disposition)
2.    Bagi siswa: hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi untuk meningkatkan minat, motivasi, dan kemampuannya dalam memahami konsep-konsep matematika sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat.
3.    Bagi dosen: dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan sekolah mitra, dosen akan lebih memahami masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi guru di sekolah yang sangat membantu dosen dalam mendidik calon guru matematika di LPTK.
4.    Bagi sekolah: hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi positif pada sekolah dalam rangka perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
F.     Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
  1. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan  prestasi belajar siswa.
  2. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas XI IPA
  3. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMAN 4 Tasikmalaya Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya.
  4. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2011/2012.
5.       Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang penyelesaian soal statistika dengan menggunakan metode pengajaran berdasarkan masalah.
.


BAB II
KERANGKA TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR

A.    Kerangka Teori
1.    Definisi Metode Pembelajaran
Sudjana[3] mengatakan bahwa yang dimaksud dengan metode mengajar adalah taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pengajaran secara lebih efektif dan efisien.
Dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa metode mengajar adalah suatu cara yang ditempuh oleh seorang guru dalam proses pembelajaran yang diterapkan kepada anak didiknya untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2.    Konsep Pengajaran Berdasarkan Masalah
Istilah Pengajaran Berdasarkan Masalah (PBM) diadopsi dari istilah Inggris Problem Based Instruction (PBI). Model pengajaran berdasarkan masalah ini telah dikenal sejak zaman John Dewey. Dewasa ini, model pembelajaran ini mulai diangkat sebab ditinjau secara umum pembelajaran berdasarkan masalah terdiri dari menyajikan kepada siswa situasi masalah yang autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada mereka untuk melakukan penyelidikan dan inkuiri.[4]
Belajar berdasarkan masalah adalah interaksi antara stimulus dengan respon, merupakan hubungan antara dua arah belajar dan lingkungan. Lingkungan memberi masukan kepada siswa berupa bantuan dan masalah, sedangkan sistem saraf otak berfungsi menafsirkan bantuan itu secara efektif sehingga masalah yang dihadapi dapat diselidiki, dinilai, dianalisis serta dicari pemecahannya dengan baik. Pengalaman siswa yang diperoleh dari lingkungan akan menjadikan kepadanya bahan dan materi guna memperoleh pengertian serta bisa dijadikan pedoman dan tujuan belajarnya.[5]
Pengajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks[6]. Model pembelajaran berdasarkan masalah dilandasi oleh teori konstruktivis. Pada model ini pembelajaran dimulai dengan menyjikan permasalahan nyata yang penyelesaiannya membutuhkan kerjasama diantara siswa-siswa. Dalam model pembelajaran ini guru memandu siswa menguraikan rencana pemecahan masalah menjadi tahap-tahap kegiatan; guru memberi contoh mengenai penggunaan keterampilan dan strategi yang dibutuhkan supaya tugas-tugas tersebut dapat diselesaikan. Guru menciptakan suasana kelas yang fleksibel dan berorientasi pada upaya penyelidikan oleh siswa.[7]
Ciri – ciri pengajaran berdasarkan masalah :
a.       Pengajuan pertanyaan atau masalah
b.      Berfokus pada keterkaitan antardisiplin
c.       Penyelidikan autentik
d.      Menghasilkan produk dan memamerkannya
e.       Kolaborasi



Tujuan pengajaran berdasarkan masalah[8] :
a.       Membantu siswa mwngembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan pemecahan masalah.
b.      Belajar peranan orang dewasa yang autentik.
c.       Menjadi pembelajar yang mandiri.

3.    Prestasi Belajar Matematika
a.      Pengertian Prestasi
Beberapa definisi tentang perstasi, diantaranya adalah :
1). E. Mulyasa[9] mengemukakan bahwa prestasi merupakan hasil interaksi berbagai faktor, yaitu faktor eksternal (ruang belajar, fasilitas belajar, lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, teman, masyarakat, dan sebagainya) dan faktor internal (keadaan jasmani, panca indar, intelegensi, minat, sikap, dan motivasi).
2). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan[10] mengartikan prestasi sebagai hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb).

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi adalah hasil suatu usaha dan interaksi yang dilakukan seseorang atau individu secara sadar dan sengaja untuk mencapai hasil yang maksimal.

b.      Pengertian Belajar
Beberapa definisi tentang belajar, antara lain :
1). Nana Sudjana[11] mengatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang aktif, yang mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, yang diarahkan kepada tujuan, yang melalui berbagai pengalaman, dan ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang.
2). E. Mulyasa[12] menyatakn bahwa belajar pada hakekatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan individu untuk memenuhi kebutuhannya.
3). Azhar Arsyad[13]berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses interaksi seseorang dengan lingkungannya yang terjadi kapan saja dan dimana saja sepanjang hidupnya yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan oleh seseorang atau individu kapan saja, dan dimana saja seumur hidupnya secara sadar guna memperoleh perubahan tingkah laku.
Sejalan dengan Pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Matematika adalah nilai yang dipeeoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar Matematika khususnya pada pokok bahasan statistika.

4.Statistika   
Statistika adalah sebuah cabang ilmu dari matematika yang mempelajari cara – cara:
§  Mengumpulkan dan menyusun data, mengolah dan menganalisa data, serta menyajikan data dalam bentuk kurva atau diagram.
§  Menarik kesimpulan, menafsirkan parameter, dan menguji hipotesa (dugaan) yang didasarkan pada hasil pengolahan data.[14]

v  Penyajian Data dalam Bentuk Diagram
a.    Diagram Gambar
Diagram gambar atau Piktogram adalah bagan yang menampilkan data dalam bentuk lambang atau gambar.


b.   Diagram Batang
Diagram batang biasanya digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk kategori. Untuk menggambar diagram batang, diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak yang saling berpotongan. Terdapat dua macam diagram batang, yaitu diagram batang vertikal dan diagram batang horizontal
c.    Diagram Garis
Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data yang berkesinambungan dan berkala. Seperti pada diagram batang, untuk menggambar diagram garis, diperlukan sumbu datar dan sumbu tegak yang saling berpotongan.
d.   Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran biasanya digunakan untuk menunjukkan perbandingan suatu data terhadap keseluruhan. Biasanya, besar daerah pada lingkaran dinyatakan dalam persen (%) atau(0). Untuk diagram lingkaran yang dinyatakan dalam derajat, kamu harus membagi lingkaran menjadi juring-juring atau sektor-sektor.[15]
v  Histogram dan ogif
Data statistik yang telah diolah menjadi tabel distribusi frekuensi atau tabel distribusi frekuensi kumulatif ternyata dapat pula digambarkan dalam bentuk diagram. Gambar diagram dari suatu tabel distribusi frekuensi disebut histogram dan dari histogram ini selanjutnya dapat digambar poligon frekuensi. Dilain pihak, diagram dari suatu tabel distribusi frekuensi kumulatif disebut ogif atau ogive.[16]
v Ukuran Pemusatan Data
Ukuran pemusatan data terdiri dari :
-        Mean (rata-rata)   : perbandingan jumlah semua nilai datum dengan banyak datum
-        Modus                  : nilai datum yang sering muncul atau nilai datum yang mempunyai frekuensi terbesar
-        Median                 : sebuah nilai datum yang berada di tengah-tengah, dengan catatan data diurutkan dari nilai yang terkecil sampai dengan yang terbesar.[17]

B.    Kerangka Berfikir
Pengajaran berdasarkan masalah atau  Problem Based Instruction merupakan suatu pendekatan pembelajaran dimana siswa mengerjakan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir tingkat lebih tinggi , mengembangkan kemandirian, dan percaya diri. Melalui Pengajaran berdasarkan masalah atau  Problem Based Instruction siswa diharapkan dapat menemukan dan merekonstruksi konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Seanjutnya, siswa diberi kesempatan menerapkan konsep-kosep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari atau masalah dalam bidang lain. Dengan kata lain pembelajaran PBM mengarahkan siswa pada belajar dengan bermakna.
Kebermaknaan yang timbul sebagai akibat pembelajaran PBM akan memberi peluang kepada siswa mengembangkan potensi dan kemampuan berpikir alternatif, mengembangkan cara penyelesaian berbeda terhadap suatu permasalahan, memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman sehari-hari serta saling hormat menghormati dan menumbuhkan konsep diri yang kesemuanya itu mengarah kepada peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan setiap soal matematika bahkan dalam aplikasinya dengan kehidupan sehari-hari atau bidang lainnya.
Soal-soal matematika yang digunakan sebagai gambaran kehidupan sehari-hari atau aplikasinya dalam bidang lain ini tertuang dalam bentuk-bentuk soal cerita atau masalah kontekstual. Soal yang disusun dalam bentuk kalimat verbal tersebut memungkinkan siswa menggunakan daya imajinasi dan kreativitasnya serta ide dan nalarnya untuk mengemukkakan berbagai alternatif pemecahan soal-soal tersebut. Jika siswa dibina dengan membiasakannya menyelesaikan soal-soal seperti ini, di mana siswa merasakan manfaat matematika dalam kehidupannya sehari-hari, maka tentu kemampuan nalar, ide dan kreativitasnya dalam pembelajaran akan meningkat. Meningkatnya aktifitas dan kreativitas siswa dalam pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil yang diperoleh siswa berupa perubahan kemampuan matematika siswa sebagai akibat dari proses interaksi siswa dengan lingkungannya ini disebut hasil belajar matematika siswa. Artinya, semakin baik pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan PBM akan semakin meningkatkan hasil belajar matematika siswa.




















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur peelitian, yang mencakup kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi. Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus.

A.  Setting dan Karakteristik Penelitian

1.    Subjek penelitian
Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas Kelas XI IPA 2 SMAN 4 Tasikmalaya Kota Tasikmalaya. Dengan Jumlah Siswa berjumlah 41 siswa, laki-laki 16 dan perempuan 25 siswa.

2.    Tempat Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMAN 4 Tasikmalaya Kota Tasikmalaya. Alamat sekolah di Jl.Letkol R.E.Djaelani No.20 Kota Tasikmalaya. 

3.    Waktu Penelitian
            Waktu penelitian dilaksanakan selama 4 bulan, dari bulan Januari s.d April. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester 3 Tahun pelajaran 2011/2012.

4.    Karakteristik Penelitian
Kelas XI IPA 2 berjumlah 41 siswa, laki-laki 16 dan perempuan 25 siswa dengan latar belakang sosial-ekonomi siswa mayoritas anak buruh dan petani dengan tingkat kesejahteraan menengah ke bawah. Buku-buku pembelajaran yang dimiliki sendiri masih terbatas. Kemampuan akademik siswa masih terbatas karena motivasi belajar siswa yang rendah. Situasi kelas saat pembelajaran masih belum optimal, siswa masih belum seluruhnya mempunyai  keaktifan dalam belajar

B.     Prosedur Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti terlebih dahulu melaksanakan tes awal berupa tes diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan tindakan di samping observasi.[18] Observasi awal dilakukan untuk dapat mengetahui ketetapan tindakan yang akan diberikan dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan membuat diagram.
Dari hasil evaluasi dan observasi awal, maka dalam refleksi ditetapkan tindakan yang digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa, yaitu melalui pembelajaran dengan menggunakan Pengajaran Berdasakan Masalah.
Dengan berpatokan pada refleksi awal tersebut, maka dilaksanakanlah penelitian tindakan kelas ini dengan prosedur sebagai berikut.
a. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini meliputi:
1.    Membuat skenario pelaksanaan tindakan.
2.    Membuat lembar observasi: untuk melihat bagaimana suasana belajar mengajar di kelas ketika Pengajaran Berdasakan Masalah dilaksanakan.
3.    Membuat kuesioner: untuk mengumpulkan data tentang tanggapan siswa mengenai pelaksanaan Pengajaran Berdasakan Masalah dalam pembelajaran.
4.    Membuat alat bantu mengajar yang diperlukan dalam rangka membantu siswa memahami konsep-konsep matematika dengan baik.
5.    Mendesain alat evaluasi untuk melihat apakah materi matematika telah dikuasai oleh siswa.
b. Pelaksanaan tindakan
Tindakan yang telah dirancang dilaksanakan oleh satu orang guru matematika kelas XI IPA SMAN 4 Tasikmalaya. Pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan model Pengajaran Berdasarkan Masalah sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah dibuat.
c. Observasi
Observasi dilaksanakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat. Proses observasi dilakukan oleh dua orang dari tim peneliti untuk mengamati guru dalam kelas selama melaksanakan tindakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Pengajaran Berdasarkan Masalah. Pengamatan juga dilakukan terhadap prilaku dan aktifitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung dan dampak yang ditimbulkan dari prilaku guru terhadap siswa selama proses pembelajaran.
d. Evaluasi
Evaluasi dilaksanakan pada setiap akhir siklus pelaksanaan tindakan. Evaluasi tersebut ditujukan untuk mengetahui ada atau tidak adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan yang diajarkan. Alat evaluasi yang digunakan adalah tes hasil belajar yang disusun peneliti. Bilamana secara klasikal minimal 80 % siswa telah mencapai nilai paling rendah 6,5, maka tindakan dianggap telah berhasil dilaksanakan.[19]
e. Refleksi
Hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi dianalisis. Kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangan yang terjadi pada setiap siklus akan diperbaiki pada siklus berikutnya.[20]
f. Data dan Cara Pengambilannya
1.    Sumber data: personil penelitian yang terdiri dari siswa dan guru.
2.    Jenis data: data kuantitatif yang diperoleh dari tes hasil belajar dan data kualitatif yang diperoleh melalui lembar observasi, kuesioner, dan jurnal.
3.    Cara pengambilan data:
1.    Data situasi pelaksanaan pendekatan Pengajaran Berdasarkan Masalah diambil dengan menggunakan lembar observasi.
2.    Data tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pendekatan Pengajaran Berdasarkan Masalah diambil dengan menggunakan kuesioner.
3.    Data refleksi diri serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam kelas, diambil dengan menggunakan jurnal.
4.    Data tentang hasil belajar matematika siswa diambil dengan menggunakan tes hasil belajar.





g. Jadwal Penelitian
Kegiatan
B U L A N

1
2
3
4




1
2
3
4
5




1.
Perencanaan
 
 







a. Observasi lokasi penelitian









b. Wawancara dengan guru









c. Diskusi hasil obersvasi dan









Wawancara dengan guru








2.
Persiapan









a. Membuat skenario pembelajaran, lembar observasi, dan kuesioner









b. Membuat alat bantu









c. Membuat alat evaluasi









d. Membuat jurnal








3.
Pelaksanaan Siklus I









a. Perencanaan
 
 







b. Pelaksanaan tindakan









c. Obsevasi/evaluasi









d. Refleksi diri
 
 







DAFTAR PUSTAKA
Aifin, Zainal. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosda karya, 2011
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2000
Arsyad, Azhar . Media Pembelajaran. Jakarta : PT Grafindo Persada, 2003
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 1996
Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Jakarta, 2002
E. Mulyasa. Implementasi Kurikulum. Jakarta : Rosdakarya, 2004
 Sudjana, Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2002
Ratumanan, Pengajaran Berdasarkan Masalah. Jakarta: Grafindo Persada, 2002
Trianto, Mendesaian Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana, 2010
Wirodikromo, Sartono. Matematika SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga, 2006










RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                                   : SMA Negeri 4 Tasikmalaya
Mata Pelajaran                      : MATEMATIKA
Kls/Program/Semester          : XI/IPA/ 2
Tahun Pelajaran                   : 2011/2012
                                                                           Standar Kompetensi             :Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah
                                                                           Kompetensi Dasar                 : Membaca data dalam bentuk table dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive
Indikator                                :
1.    Membaca sajian data dalam bentuk table, diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran, dan ogive
2.    Mengidentifikasikan nilai suatu data yang ditampilkan pada table dan diagram
Alokasi Waktu                       :    4  x  45  menit
A.    Materi pembelajaran:
Diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran,  Ogive
B.     Metode Pembelajaran:
1.       Inkuiri
2.       Tanya jawab
3.       Penugasan
C.    Langkah Langkah Kegiatan Pembelajaran
1.    Kegiatan Awal (Apersepsi) :
        Motivasi siswa sesuai dengan pokok bahasan        
2.    Kegiatan inti :
a.       Siswa mengamati dan mengidentifikasi tentang data-data di sekitar sekolah
b.      Siswa mengidentifikasi data-data yang dinyatakan dalam berbagai model
c.       Mengelompokkan berbagai macam diagram dan table
d.      Menyimak konsep tentang penyajian data.

3.    Kegiatan Akhir (Penutup)
a.       Siswa diharapkan memahami berbagai macam diagram
b.      Siswa mengerjakan tugas dari guru dan soal-soal latihan, PR.
D.    Sumber Pembelajaran
  1. Buku pegangan siswa
  2. Modul MGMP sekolah  
  3. LKS
E.     Penilaian
  1. Tehnik                                     :  Tes tertulis
  2. Bentuk Instrumen                   :  Tes uraian
  3. Soal Instrumen                        :
Contoh soal:
1.    Berikut ini adalah diagram lingkaran dari hasil produksi rata-rata padi kering per hektar di lima daerah
a.    Daerah manakah yang hasil produksinya paling sedikit dan daerah manakah yang produksinya paling banyak?
b.    Berapa kuintal hasil produksi di daerah C jika jumlah hasil produksi di lima daerah tersebut adalah 500 kuintal?

2.     Dari data di bawah ini, tentukan mean, median dan modusnya!

Nilai
Frekuensi
31-35
1
36-40
2
41-45
3
46-50
7
51-55
12
56-60
10
61-65
5



Mengetahui                                                                 Tasikmalaya , 12 Maret 2012
Kepala SMAN Tasikmalaya




             Guru Mata Pelajaran
Drs. Tatang Rusdani, M.Pd.
NIP 19621219 199303 1 007                   
            Asep Trimulyana ,S.Pd
         NIP. 19760125 200212 2 003





UJI KOMPETENSI
1.     Dari 210 siswa baru SMA “XX” tercatat 60 siswa memilih Program keahlian A, 70  siswa memilih Program keahlian B dan 45 siswa memilih Program keahlian C serta sisanya memilih Program keahlian D. Jika dibuat diagram lingkaran, maka juring untuk program keahlian D mempunyai sudut pusat ….
  1. 35o
  2. 60o
  3. 70o
  4. 120o
  5. 210o
2.Perhatikan data nilai suatu mata diklat berikut :
Nilai
4
5
6
7
8
9
Frekuensi
2
4
7
7
3
2
Dengan dasar data di atas, seorang siswa diwajibkan mengikuti Remidi (Perbaikan)apabila nilainya di bawah rata rata. Banyaknya siswa yang tidak mengikuti Remidi adalah ….
a.       2 orang
b.      5 orang
c.       12 orang
d.      13 orang
e.       19 orang
3.Berikut ini adalah kurva Ogive tinggi badan 50 siswa
Dengan membaca kurva di atas , pernyataan berikut yang benar adalah ….
a.       10 siswa tinggi badannya kurang dari 149,5 cm
b.      10 siswa tinggi badannya sama dengan 149,5 cm
c.       10 siswa tinggi badannya lebih dari 149,5 cm
d.      14 siswa siswa tinggi badannya kurang dari 149,5 cm
e.       14 siswa tinggi badannya lebih dari 149,5 cm
4.Dengan memperhatikan tabel di samping rata-ratanya adalah ….
  1. 19,4
  2. 19,5
  3. 20,0
  4. 20,5
  5. 21,0
Nilai
Xi
F
Fxi
5 – 910 – 1415 – 1920 – 24 25 – 29
712….22 27
1397 5
736..154 135


25

5.Diagram lingkaran berikut adalah jenis ekstra kurikuler di suatu SMK yang diikuti oleh 500 siswanya. Banyaknya siswa yang tidak mengikuti ekstra paskibra adalah ….
  1. 200 siswa
  2. 250 siswa
  3. 300 siswa
  4. 350 siswa
  5. 375 siswa



Kunci Jawaban :
  1. b
  2. c
  3. a
  4. a
  5. d



LKS
LEMBAR KERJA SISWA
Sekolah                                   : SMA Negeri 4 Tasikmalaya
Mata Pelajaran                      : MATEMATIKA
Kls/Program/Semester          : XI/IPA/ 2
Tahun Pelajaran                   : 2011-2012
Waktu                                    : 30 menit
Standar Kompetensi            : Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar                 :Menyajikan data dalam bentuk table dan diagrambatang, garis, lingkaran, dan ogive
Indikator                                :
1.    Menyajikan data dalam bentuk diagram batang, diagram garis, dan diagram lingkaran, dan ogive
2.    Menafsirkan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran
Kegiatan Siswa
Bahan Diskusi
1.    Produksi beras yang dihasilkan oleh daerah-daerah penghasil beras pada tahun 2005-2006 ( dalam ribuan ton ) asalah sbb

DAERAH
2005
2006
Kabupaten A
Kabupaten B
Kabupaten C
Kabupaten D
70
90
100
80
120
80
90
70
    
     Sajikan data di atas dalam diagram batang
2.    Data berikut menunjukkan jumlah olahragawan di SMA X di sebuah kota
    
Jenis Olahraga
Jumlah
Sepak bola
Basket
Voly
Bulu tangkis
Tenis Meja
50
45
60
25
20

a.    Tentukan prosentase dari masing-masing jenis olahraga tersebut!
b.    Lukislah gambar diagram lingkarannya!

3.    Diketahui data  : 9  8  7  8  5  6  7  9  10  9. Tentukan
a.  mean, median dan modus
b.  kuartil bawah dan kuartil atas
c.  Jangkauan kuartil

4.    Dari data di bawah ini, tentukan mean, msedian dan modusnya!

nilai
Frekuensi
31-35
1
36-40
2
41-45
3
46-50
7
51-55
12
56-60
10
61-65
5

5.    Berikut ini adalah diagram lingkaran dari hasil produksi rata-rata padi kering per hektar di lima daerah

                                            
1.      Daerah manakah yang hasil produksinya paling sedikit dan daerah manakah yang produksinya paling banyak?
2.      Berapa kuintal hasil produksi di daerah C jika jumlah hasil produksi di lima daerah tersebut adalah 500 kuintal?


















LEMBAR OBSERVASI
Mata Pelajaran            : Matematika                                      
Kelas                           : XI IPA
Pokok Bahasan           : Statistika                  
Semester                      : Ganjil
Sekolah                       : SMAN 4 Tasikmalaya                                  
Nama Pengajar            : Asep Trimulyana ,S.Pd

Tahap
Pokok Pengamatan
Hasil Observasi
Kegiatan Awal:
Appersepsi dan Motivasi
1.      Apa yang dilakukan guru untuk menggali pengetahuan awal atau motivasi siswa ?

2.      Bagaimana respon siswa? Apakah siswa bertanya tentang masalah terkait dengan apa yang disajikan guru pada kegiatan awal ?

Kegiatan Inti:
Materi Ajar
3.      Apakah guru memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dikerjakan oleh siswa?

4.      Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan (lingkungan dan pengetahuan lainnya) ?

5.      Apakah guru terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi pembelajaran ?

6.      Bagaimana interaksi siswa dengan sumber belajar/media ?

Komentar Observer
1.    Keterlaksanaan Skenario Pembelajaran (berdasarkan RPP) .................................................................................
2.    Pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh observer
.................................................................................
3.    Lain-lain…………………………………………………






[1] Trianto. Mendesaian Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana, 2010,hal. 89
[2] Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.  Jakarta, 2002,  hal. 1
[3] Sudjana, Nana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo2002., hal. 57
[4] Trianto. Op.Cit., hal 91
[5] Sudjana.Op.Cit.,hal. 19
[6] Ratumanan. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Jakarta: Ghalia indonesia,2002, hal. 123
[7] Trianto. Op.Cit., hal. 92
[8] .Ibid., hal. 94
[9] E. Mulyasa. Implementasi Kurikulum. Jakarta : Rosdakarya, 2004,  hal. 190
[10] Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka, 1996, hal. 787
[11] Sudjana, Op.Cit., hal. 28
[12] E. Mulyasa, Op. Cit., hal.189
[13] Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Grafindo Persada, 2003, hal. 1
[14] Sartono wirodikromo. Matematika SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga, 2006, hal. 5
[15] Ibid., hal 6
[16] Ibid., hal 13
[17] Ibid., hal. 16
[18] Suharsimi, Arikunto. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2000, hal.104

[19] Zainal, Aifin. Evaluasi Pembelajaran.Bandung: Rosda karya,2011, hal 34
[20] Ibid., hal . 145

0 komentar:

Poskan Komentar